Header Custom

Quote

"Technology is a useful servant but a dangerous master." - Christian Lous Lange

Menu Bar

Thursday, August 4, 2016

Kisah-kisah Inspiratif dari Kami

Dalam hidup kita pasti mengalami halangan dan kegagalan. Halangan-halangan ini pun dapat muncul di depan kita sewaktu-waktu, di luar kehendak kita. Namun, yang bisa kita kontrol adalah bagaimana kita mengatasi kegagalan akibat dari kelemahan diri kita. Berikut adalah cerita kecil masing-masing dari kami, tentang bagaimana kami melawan kelemahan kita.

Anna Sonia Faradilla Jaftoran

Menunda pekerjaan adalah hal yang sering saya lakukan. Saya tidak pernah mengerjakan sesuatu secara langsung, saya selalu menumpuk tugas sekolah. Namun, sejak bersekolah di SMA Santa Maria Surabaya, saya bertemu dengan tugas-tugas yang sangat banyak, di mana hampir setiap hari ada saja tugasnya dan saya masih tetap dengan kebiasaan saya yang tidak pernah mengerjakan langsung. Hingga suatu hari, saya kewalahan harus menyelesaikan tugas yang mana karena semua harus dikumpulkan pada keesokan harinya. Malam itu saya begadang hingga subuh untuk menyelesaikan semua tugas tersebut. Keesokan harinya saya bangun kesiangan sehingga terlambat ke sekolah.

Semenjak peristiwa itu, saya sadar bahwa kebiasaan ini tidak bisa terus melekat pada diri saya. Saya pun menemukan penyebab utama dari kebiasaan saya ini yaitu rasa "MALAS". Dan saya mulai mengubah kebiasaan itu dengan tidak menunda lagi segala tugas yang diberikan.

Tahukah kamu? Saat kamu meninggalkan tugasmu yang belum kamu kerjakan, tugasmu akan bertemu dengan tugas lain yang juga ditinggalkan, mereka akan jatuh cinta, kemudian beranak pinak banyak sekali.

Emmanuel Maximus Yohanes

Saya merupakan salah satu dari banyak siswa yang mengikuti ekstra kurikuler programming. Tentunya, semua pilihan pasti dihadapkan dengan konsekuensi. Dengan mengikuti ekskur programming ini, saya bersyukur dapat dipercaya oleh pembina ekskur untuk mengikuti berbagai macam lomba-lomba. Teman-teman saya mengenal saya sebagai anak yang sering mengikuti lomba. Padahal, mereka tidak mengetahui proses yang saya lalui. Pada setiap lomba saya dituntut dan mentargetkan diri untuk berlatih giat agar meningkatkan kemungkinan untuk menang. Hal inilah yang saya lakukan pada setiap lomba yang saya ikuti. Hasilnya, sayangnya tidak selalu memuaskan. Lomba pertama, saya tidak menang. Lomba kedua, sama saja. Begitu pula lomba-lomba seterusnya. Seperti rasanya tidak ada habisnya mengikuti lomba, dan tidak ada satu pun yang saya menangkan.

Namun dari semua itu, saya tidak pernah down. Saya menanamkan mindset bahwa kekalahan hanyalah saat dimana kita belajar agar lebih siap untuk berikutnya. Selain itu, dukungan dari lingkup sosial sekitar saya sungguh membantu. Teman-teman dan pembina saya sangatlah aktif mendukung satu sama lain. Setiap kali saya kalah lomba, saya berpikir bahwa kesempatan masih ada, dan saya akan menggunakannya dengan 100%.

Juan Stanley Davin Wijaya


Berbicara tentang kelemahan diri. Terkadang kita sering mengeluh dengan apa yang telah kita miliki. Fasilitas yang diberikan oleh orangtua terkadang membuat kita menjadi malas. Harusnya, fasilitas yang telah disediakan membuat kita lebih rajin belajar, mencari informasi tentang pelajaran. Tetapi, kita malah menggunakannya untuk bermain game dan hal-hal yang tidak penting. Saya ditegur oleh orangtua saya karena menjadi malas, akibat dari adanya fasilitas-fasilitas seperti Wi-Fi, laptop, dan sebagainya. Orangtua saya menunjukkan orang yang tidak mampu tapi mempunyai semangat yang tinggi untuk belajar dan menggapai cita-citanya. Saya pun tersadar dan ingin berubah karena melihat orang yang tidak mampu tapi ingin menggapai cita-cita dengan semangat.


Oey Aldi Winata


Semua orang pasti tidak pernah jauh dari yang namanya kelemahan. Kita harus percaya diri karena kita masih memiliki banyak kelebihan. Maka dari itu, kita harus benar-benar mengembangkan kelebihan-kelebihan itu agar menjadi sesuatu yang lebih berguna untuk kedepannya. Saya termotivasi dari kata-kata Steve Jobs yaitu "Stay hungry, stay foolish" di mana meskipun kita sudah berada di atas, kita harus tetap mengingat bahwa kita itu harus selalu lapar akan ilmu. Dengan selalu mengingat itu, kita tidak akan pernah berhenti untuk belajar dan mengembangkan kemampuan kita. Seperti pengalaman saya yaitu saya tidak pernah berhenti untuk belajar meskipun terkadang saya sudah mendapatkan nilai yang menurut saya memuaskan, saya akan tetap membantu teman-teman. Karena kepandaian tidak akan ada gunanya apabila tidak kita bagikan untuk orang-orang yang kurang dalam pelajaran. Pada intinya kita tetap harus rendah hati akan keunggulan yang kita miliki.

Wednesday, August 3, 2016

Teknologi Informasi di SMA Santa Maria, dan Pengalaman Kami Menggunakannya

SMA Santa Maria tidak kalah dengan sekolah lainnya, bahkan mungkin melebihi dalam bidang teknologi informatika. Kami sebagai siswa maupun guru dan karyawan dilayani dengan teknologi yang begitu interaktif dan berguna.

Misalnya saja, saat kami pertama masuk ke kelas, kami disapa dengan sistem SMILE. Alat canggih ini dapat menyimpan dan menunjukkan banyak hal, seperti nilai siswa dan sebagainya. Masuk ke dalam, kami dapat melihat sistem fingerprint yang telah diterapkan. Setiap pagi, kami men-scan fingerprint kami untuk diabsen. Menurut kami ini sangat efisien dibandingkan dengan guru mengabsen siswa satu per satu.

Saat pembelajaran pun tidak lepas dari teknologi. Setiap kelas diberi fasilitas proyektor untuk menunjang pembelajaran. Di perpustakaan, kami sudah dapat melihat adanya sistem barcode untuk memudahkan pinjam-meminjam buku. Selain itu, di sebagian besar bagian sekolah kami dapat mengakses internet secara gratis dari Wi-Fi sekolah.

Dapat kita lihat SMA Santa Maria penuh dengan teknologi. Ini sangat berguna bagi kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Aldi mencoba sistem SMILE

Kesan Pesan Kami Selama Pembinaan di Jurusan IPA

Selama tiga hari kami menjalani acara pembinaan di SMA Santa Maria Surabaya Jurusan IPA, kami mendapatkan berbagai hal-hal yang biasanya tidak kami perhatikan, namun ternyata sangatlah berguna bagi kami. Kami mendapatkan nilai-nilai untuk belajar dari kesalahan kami yang sudah berlalu dan menjalani hidup yang baru di jurusan IPA ini.

Pada hari pertama kami yang baru naik ke kelas IPA ini masih canggung dan malu untuk bersosialisasi dengan teman sekelas kami yang baru. Sebagian besar dari kami tidak berani untuk berbicara dengan teman-teman baru kami, sehingga kelas terasa terpecah-belah. Untungnya, wali kelas kami, Bu Yanti dengan sangat sabar membantu kami untuk saling mengenal dengan game-game yang telah dipersiapkan. Pada akhir hari pertama kami mulai dapat mengenal teman-teman baru yang sebelumnya tidak kami kenal. Akhirnya, sebagian besar dari kami mulai berinteraksi satu dengan yang lainnya.

Keesokan harinya, kami diminta untuk membawa telur rebus matang yang belum dikupas. Pertamanya kami bingung, mengapa kami disuruh membawa barang yang aneh seperti saat LOS lagi. Kami merasa tidak ada bedanya saat kami masih kelas sepuluh dulu. Padahal, kami belum tahu apa yang dimaksudkan. Sesampainya di sekolah kami disuruh mengupas telurnya dengan hati-hati, sebisa mungkin tanpa memisahkan pecahan-pecahan cangkangnya. Kami disuruh menuliskan kekurangan-kekurangan kami di cangkang telurnya. Pada tahap inilah kami mulai menyadari ketidaksempurnaan kami, kami menyadari kekurangan-kekurangan kami. Pada akhir dari hari ini kami menjadi lebih mengenal diri kami sendiri yang sebelumnya kami tidak pedulikan.

Hari yang paling menyenangkan adalah hari ketiga. Pada hari terakhir ini kami seluruh angkatan kelas 11 pergi ke Sativa, dengan dibagi dua gelombang. Kami dijadwalkan pada gelombang kedua, untuk pergi dengan kelas IPA yang lainnya dan juga kelas bahasa. Setelah perjalanan panjang yang kami tempuh akhirnya terbayarkan saat kami sampai di lokasi. Kami mengikuti berbagai macam permainan yang sudah dirancang oleh bapak ibu guru pembina, yang berguna memperluas wawasan kami tentang jurusan yang kami pilih.

Selesai dari keseluruhan pembinaan ini, kami dapat mengambil banyak pembelajaran hidup yang terbukti berguna, seperti kapan saat untuk bercanda, dan kapan serius. Mudahnya, kami lebih mengerti waktu dan mendapat komitmen untuk kita jalani. Kami juga menjadi lebih mengenal erat seluruh kelas kami.

Teman-teman kami sekelas XI IPA 2
Pembinaan selama tiga hari ini telah membuahkan hasil yang baik untuk kami, dan kami harap pembinaan ini dapat diterapkan untuk angkatan siswa setelah kami agar mereka dapat merasakan keseruan dan makna dari pembinaan.