Dalam hidup kita pasti mengalami halangan dan kegagalan. Halangan-halangan ini pun dapat muncul di depan kita sewaktu-waktu, di luar kehendak kita. Namun, yang bisa kita kontrol adalah bagaimana kita mengatasi kegagalan akibat dari kelemahan diri kita. Berikut adalah cerita kecil masing-masing dari kami, tentang bagaimana kami melawan kelemahan kita.
Anna Sonia Faradilla Jaftoran
Anna Sonia Faradilla Jaftoran
Menunda pekerjaan adalah hal yang sering saya lakukan. Saya tidak pernah mengerjakan sesuatu secara langsung, saya selalu menumpuk tugas sekolah. Namun, sejak bersekolah di SMA Santa Maria Surabaya, saya bertemu dengan tugas-tugas yang sangat banyak, di mana hampir setiap hari ada saja tugasnya dan saya masih tetap dengan kebiasaan saya yang tidak pernah mengerjakan langsung. Hingga suatu hari, saya kewalahan harus menyelesaikan tugas yang mana karena semua harus dikumpulkan pada keesokan harinya. Malam itu saya begadang hingga subuh untuk menyelesaikan semua tugas tersebut. Keesokan harinya saya bangun kesiangan sehingga terlambat ke sekolah.
Semenjak peristiwa itu, saya sadar bahwa kebiasaan ini tidak bisa terus melekat pada diri saya. Saya pun menemukan penyebab utama dari kebiasaan saya ini yaitu rasa "MALAS". Dan saya mulai mengubah kebiasaan itu dengan tidak menunda lagi segala tugas yang diberikan.
Tahukah kamu? Saat kamu meninggalkan tugasmu yang belum kamu kerjakan, tugasmu akan bertemu dengan tugas lain yang juga ditinggalkan, mereka akan jatuh cinta, kemudian beranak pinak banyak sekali.
Emmanuel Maximus Yohanes
Saya merupakan salah satu dari banyak siswa yang mengikuti ekstra kurikuler programming. Tentunya, semua pilihan pasti dihadapkan dengan konsekuensi. Dengan mengikuti ekskur programming ini, saya bersyukur dapat dipercaya oleh pembina ekskur untuk mengikuti berbagai macam lomba-lomba. Teman-teman saya mengenal saya sebagai anak yang sering mengikuti lomba. Padahal, mereka tidak mengetahui proses yang saya lalui. Pada setiap lomba saya dituntut dan mentargetkan diri untuk berlatih giat agar meningkatkan kemungkinan untuk menang. Hal inilah yang saya lakukan pada setiap lomba yang saya ikuti. Hasilnya, sayangnya tidak selalu memuaskan. Lomba pertama, saya tidak menang. Lomba kedua, sama saja. Begitu pula lomba-lomba seterusnya. Seperti rasanya tidak ada habisnya mengikuti lomba, dan tidak ada satu pun yang saya menangkan.
Namun dari semua itu, saya tidak pernah down. Saya menanamkan mindset bahwa kekalahan hanyalah saat dimana kita belajar agar lebih siap untuk berikutnya. Selain itu, dukungan dari lingkup sosial sekitar saya sungguh membantu. Teman-teman dan pembina saya sangatlah aktif mendukung satu sama lain. Setiap kali saya kalah lomba, saya berpikir bahwa kesempatan masih ada, dan saya akan menggunakannya dengan 100%.
Juan Stanley Davin Wijaya
Berbicara tentang kelemahan diri. Terkadang kita sering mengeluh dengan apa yang telah kita miliki. Fasilitas yang diberikan oleh orangtua terkadang membuat kita menjadi malas. Harusnya, fasilitas yang telah disediakan membuat kita lebih rajin belajar, mencari informasi tentang pelajaran. Tetapi, kita malah menggunakannya untuk bermain game dan hal-hal yang tidak penting. Saya ditegur oleh orangtua saya karena menjadi malas, akibat dari adanya fasilitas-fasilitas seperti Wi-Fi, laptop, dan sebagainya. Orangtua saya menunjukkan orang yang tidak mampu tapi mempunyai semangat yang tinggi untuk belajar dan menggapai cita-citanya. Saya pun tersadar dan ingin berubah karena melihat orang yang tidak mampu tapi ingin menggapai cita-cita dengan semangat.
Oey Aldi Winata
Semua orang pasti tidak pernah jauh dari yang namanya kelemahan. Kita harus percaya diri karena kita masih memiliki banyak kelebihan. Maka dari itu, kita harus benar-benar mengembangkan kelebihan-kelebihan itu agar menjadi sesuatu yang lebih berguna untuk kedepannya. Saya termotivasi dari kata-kata Steve Jobs yaitu "Stay hungry, stay foolish" di mana meskipun kita sudah berada di atas, kita harus tetap mengingat bahwa kita itu harus selalu lapar akan ilmu. Dengan selalu mengingat itu, kita tidak akan pernah berhenti untuk belajar dan mengembangkan kemampuan kita. Seperti pengalaman saya yaitu saya tidak pernah berhenti untuk belajar meskipun terkadang saya sudah mendapatkan nilai yang menurut saya memuaskan, saya akan tetap membantu teman-teman. Karena kepandaian tidak akan ada gunanya apabila tidak kita bagikan untuk orang-orang yang kurang dalam pelajaran. Pada intinya kita tetap harus rendah hati akan keunggulan yang kita miliki.

